Diduga Depresi,Pemuda Berusia 23 Tahun Tewas Gantung Diri.

Diduga Depresi,Pemuda Berusia 23 Tahun Tewas Gantung Diri.
SHARE
114 views

 

taput.tapanuli.goosela.co.id

Diduga kuat mengalami depresi berat pulang dari perantauan, seorang pemuda nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

pemuda tersebut bernama Poltak Sihombing (23) warga Dusun I Desa Sangkaran, Kecamatan Siatas Barita Kabupaten Tapanuli Utara Propinsi Sumatera Utara.

Peristiwa terjadi, Selasa 27 Pebruari 2024 di daerah perladangan Sok-sok Pea Batu, Desa Sangkaran, Kecamatan Siatas Barita.

Kapolres Taput AKBP.Ernis Sitinjak, S.H, S.I.K melalui kasi humas Aiptu W. Baringbing kepada Media ini membenarkan dan menjelaskan kronologi peristiwa tersebut.

“menurut keterangan saksi Penty Tambunan (52) yaitu ibu kandung korban, bahwa hari itu sekira pukul 17.30 wib, korban pulang dari ladang ,lalu istirahat dan kemudian membersihkan diri” awal Baringbing.

Pukul 19.30 wib, ayah korban Hirtap Sihombing (54) menyuruh korban untuk mengusut badannya yang sempat ditolak korban karena merasa kecapean,namun akhirnya korban bersedia mengusut ayahnya.

Usai mengusut ayahnya, korban pun keluar rumah namun hingga pukul 21.00 wib, korban tak kunjung pulang.
kakaknya Elsa Sihombing (26) melakukan pencarian di sekitaran rumahnya serta di beberapa warung yang ada disekitar namun tidak ketemu.

Selama ini, korban sering tidur sendirian di gubuk yang ada di ladang berjarak 1 KM dari rumahnya, keluarga dan tetangga pun melakukan pencarian bersama-sama dengan menggunakan lampu dan senter.

Korban Poltak Sihombing.

 

Benar saja, warga menemukan korban telah tergantung dengan tali terikat leher di pohon durian, warga pun langsung dengan cepat  melepaskan tali dari leher korban untuk menyelamatkan nyawa korban dan langsung membawanya ke Rumah Sakit Umum Tarutung.

Namun hasil pemeriksaan dokter rumah sakit korban dinyatakan sudah meninggal dunia beberapa jam yang lalu.

Pengakuan Ibu korban beberapa tahun terakhir setelah pulang dari perantauan dari Sulawesi sudah mengalami depresi,korban sering menyendiri dan wajah seperti tertekan namun tidak mau bercerita.

Keluarga sudah berusaha mengobati dan sudah mulai ada perobahan. Entah kenapa bisa tiba-tiba korban nekat bunuh diri untuk mengakhiri hidupnya itulah yang belum tahu jelas.

“Polisi masih menyelidiki peristiwa tersebut apakah ada tindak pidana atau tidak, walaupun pihak keluarga korban percaya bahwa peristiwa ini murni bunuh diri” akhir Baringbing

G-BOBLUIS

Admin Tapanuli.goosela.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *