Pengedar Sabu Warga Siantar Ditangkap, Komitmen Polres Taput “Kikis Habis Hingga ke Akar-Akarnya.”

Pengedar Sabu Warga Siantar Ditangkap, Komitmen Polres Taput “Kikis Habis Hingga ke Akar-Akarnya.”
SHARE
80 views

 

taput.tapanuli.goosela.co.id

Polres Tapanuli Utara Polda Sumut komitmen tidak main-main untuk menindak dan juga mengikis habis penyalahgunaan Narkotika di wilayah kabupaten Taput.

Terbukti,selama dua pekan terakhir satuan Reserse Narkotika telah berhasil menangkap 3 orang tersangka penyalahgunaan Narkotika.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Taput AKBP Johanson Sianturi, S.I.K, MH, melalui kasat Narkoba AKP M.Agus Santoso kepada sejumlah wartawan saat dalam keterangan Pers di Mapolres Taput Rabu , 10/08-2023.

Agus menjelaskan, pengungkapan kasus Narkoba di wilayah Taput selama dua pekan terakhir telah berhasil menangkap 3 orang pelaku yang berstatus sebagai bandar dan pengedar.

Terakhir, selasa, 9 agustus 2023 satu orang tersangka pengedar Narkotika jenis Sabu kembali berhasil ditangkap atas nama Devi Royantoni Hutagalung (26) warga Jl. Sinarta no. 27 Kecamatan Siantar Timur Kodya Siantar.

DRH ditangkap dari Jalan Dolok Sanggul Desa Siaro Kecamatan Siborongborong Kabupaten Tapanuli Utara.

Dipaparkan, Saat itu tersangka sedang berada di suatu tempat sedang menunggu pelanggan yang sebelumnya sudah janjian untuk melakukan transaksi jual beli.

Setelah dilakukan penggeledahan terhadap tersangka,Petugas menemukan barang bukti narkoba berupa : 19 (sembilan belas) buah plastik klip bening berisi narkotika jenis sabu dengan berat brutto 3,81 (tiga koma delapan satu) gram yang di simpan di kotak rokok Union dari saku DRH.

Setelah interogasi,DRH mengakui barang haram tersebut miliknya dan hendak menjual kepada seseorang pembeli yang telah janjian melalui telephone selular.

Mempertanggung jawabkan perbuatannya,
tersangka DRH sudah di tahan di Polres Taput dan sekaligus untuk dilakuksn pengembangan hingga ke bandar besarnya.

Kepada tersangka di kenakan melanggar pasal 114 ayat 1 sub 112 ayat 1 UU no 35 tahun 2009 tentang penyalagunaan Narkotika dengan ancanan hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun.

“Tentunya keberhasilan sat Narkoba untuk mengungkap beberapa kasus penyalahgunaan Narkoba di wilayah Taput, tidak lepas dari peran serta masyarakat” kata Agus.

Atas dukungan dari masyarakatlah sehingga Polres Taput mampu dan berhasil menangkap para pelaku-pelaku kejahatan penyalahgunaan Narkoba selama ini.

“Kita komitmen dan konsisten mengikis habis peredaran Narkotika di wilayah Taput tanpa pandang bulu hingga ke akar-akarnya” tandasnya.

G-BOBLUIS

Admin Tapanuli.goosela.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *