ASN PPPK Tapanuli Utara Harapkan Proses Laporan Pengaduan ke Polres Taput Dipercepat.

ASN PPPK Tapanuli Utara Harapkan Proses Laporan Pengaduan ke Polres Taput Dipercepat.
SHARE
195 views

 

Taput.tapanuli.goosela.co.id

Ratusan lebih Aparat Sipil Negara Pegawai Pemerintah Dengan Kontrak Kerja(ASN-PPPK) di Lingkungan Pemkab Taput laporkan Akun Facebook Jaurat Jurnal ke Polres Taput, 20 April 2023.

Laporan Pengaduan terkait cuitan di Akun FB Jaurat Jurnal tanggal 29 Maret 2023, yang berisikan “P3K ajang bisnis di daerah kami…5 juta per/orang”.

Para ASN PPPK menganggap cuitan tersebut Hoax dan memicu kegaduhan serta membantah adanya pungutan atau pemberian uang sebanyak 5 juta per orang (PPPK yang lulus).

Sebulan lebih menunggu setelah membuat Laporan Pengaduan,sejumlah ASN PPPK kepada Media ini mengungkapkan harapannya agar LP mereka secepatnya di proses.

Salah seorang PPPK Kesehatan yang telah menerima SK tahun 2023 yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan.

“Saya tidak mengenal oknum yang punya Akun Facebook Jaurat Jurnal,tetapi cuitannya tersebut tidaklah benar,ujian dilaksanakan secara online dan bagi yang lulus tidak pernah dipungut atau memberikan sepeserpun,untuk itu besar harapan kami agar pihak Kepolisian secepatnya memproses laporan kami tersebut” sebutnya.

Hal senada disampaikan salah seorang PPPK Pendidikan yang juga tidak mau disebutkan namanya.

“Seluruh ASN PPPK yang turut membuat Laporan Pengaduan telah membuat surat pernyataan di atas Materai,bahwa kami yang lulus PPPK Kesehatan,Pendidikan dan Pertanian tidak ada dipungut atau memberikan uang sepeserpun,saya mewakili teman teman lainnya mengharapkan proses LP tersebut secepatnya”ungkapnya.

Surat Pernyataan Pelapor.

Terpisah,Kasi Humas Polres Taput Ipda.B Gultom saat dikonfirmasi Media ini terkait hal tersebut menjelaskan,bahwa laporan Pengaduan para PPPK telah di proses sesuai prosedur.

“Saksi dan terlapor sudah kita  mintai keterangan dan telah mengirimkan surat ke saksi ahli bahasa di Medan untuk di teliti apakah kalimat di medsos Facebook tersebut terpenuhi unsur pidana atau tidak, selanjutnya setelah mendapat keterangan dari ahli bahasa, baru kita akan menentukan status kasus tersebut” ucap Gultom.

G-BOBLUIS 

Admin Tapanuli.goosela.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *