Bupati Taput Tandatangani MOU Program Mamora Dengan Mercy Corps Indonesia dan Starbucks Foundation.

Bupati Taput Tandatangani MOU Program Mamora Dengan Mercy Corps Indonesia dan Starbucks Foundation.
SHARE
163 views

Taput.tapanuli.goosela.co.id

Bupati Tap.Utara Drs.Nikson Nababan.M.si tandatangani kesepakatan Bersama antara Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dengan PT.Mercy Corps Indonesia(MCI)dan Starbucks Foundation perihal Program Mamora (Empowering Women in Indonesia Coffee Origin Communities Nort Sumatera),
Senin 7/11-2022 di Sopo Rakyat Rumah Dinas Bupati.

Program Mamora bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan keluarga petani kopi melalui edukasi kesehatan dan Fasilitas WASH(Water,Sanitasi and Hygiene/Air Sanitasi dan kebersihan).
Meningkatkan ketahanan ekonomi wanita petani kopi dan keluarganya literasi keuangan dan bisnis.
Pengembangan kewirausahaan pertanian dan non pertanian untuk perempuan muda (usia 18 – 35 tahun ) dari keluarga Petani.

Executive Director MCI Ade Soekadis dalam sambutannya menjelaskan latar belakang program Mamora adalah dengan melihat peran penting wanita didalam perkebunan kopi rakyat di kabupaten Humbahas dan Tapanuli Utara mencapai 69% adalah pekerja perempuan.

Untuk memenuhi kebutuhan ekonomi rumah tangga seringkali mengambil pekerjaan tambahan,akibatnya perempuan mengalami tantangan dalam mengurus rumah tangga, kesejahteraan emosional dan memenuhi kebersihan dan gizi yang mempengaruhi pertumbuhan anak.

Ade Soekadis menjelaskan, dalam proses pelaksanaan program Mamora, pihaknya akan melakukan Penilaian Keadilan Gender dan Inklusi Sosial (GESI) dan kebutuhan peserta program, berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah, dunia usaha dan organisasi yang relevan dengan kebutuhan perempuan petani kopi.

“Kami perkirakan 14.000 orang dari petani kopi akan mendapat manfaat secara langsung dan tidak langsung.
Program Mamora akan memberikan manfaat langsung kepada 3.500 perempuan petani kopi dan 200 perempuan muda usia 18-35 tahun dari keluarga petani kopi.
Program Mamora di Taput akan dilaksanakan di 10 Desa dari 2 kecamatan yaitu Siborong-borong dan Pagaran hingga tahun 2024 ” ucap Ade Soekadis mengakhiri.

Bupati Nikson Nababan dalam sambutan dan arahannya menyatakan bahwa para petani kopi di Tapanuli Utara kebanyakan berpendidikan menengah kebawah,untuk itu kiranya Tim yang turut dalam Program Mamora agar dalam melakukan pemaparan kepada para petani kopi harus dengan lembut dan tidak tergesa-gesa.

“Tapanuli Utara saat ini minus akan daging dan telur, untuk itu saya menyarankan dalam Program Mamora tahun depan agar menyertakan program ternak Babi dan ayam Buras/Petelur kepada petani kopi di Tapanuli Utara.
Kita juga berharap,dampak program ini akan menciptakan adanya Agro Wisata Kopi di Taput,dan kedepannya seluruh kecamatan yang ada di Taput ikut dalam Program” ungkap Nikson Nababan.

Penandatanganan MOU turut dihadiri Sejumlah OPD, Camat Siborong-borong dan Pagaran bersama para Kepada Desanya,FSC Agronomist Starbucks Indonesia ( Mitra MCI) Robertus Tri Hartoaji.

G-BOBLUIS

 

 

 

Admin Tapanuli.goosela.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *