Bupati Taput Ikuti Prosesi Tradisi Pesta “Parung- Parung” di Desa Simardangiang Kecamatan Pahae Julu.

Bupati Taput Ikuti Prosesi Tradisi Pesta “Parung- Parung” di Desa Simardangiang Kecamatan Pahae Julu.
SHARE
167 views

Taput.tapanuli.goosela.co.id

Bupati Tap.Utara Drs.Nikson Nababan.M.si ikuti prosesi tradisi unik ” Parung-Parung” di dusun Sibio bio Desa Simardangiang Kecamatan Pahae Julu, Selasa 29 November 2022.

Tradisi Pesta “Parung-Parung” adalah sebuah Tradisi khusus Petani Kemenyan (Haminjon,dalam bahasa Batak Toba) yang bertujuan memberangkatkan kaum laki menuju hutan/ladang untuk mengambil hasil/panen kemenyan.

Pelaksanaan pesta Parung-Parung di ikat dengan suatu Hukum Adat yang dinamakan “Parpatikan”.

Parpatikan adalah suatu sistem yang terkordinir oleh kelompok petani kemenyan dengan menjadikannya sebagai suatu Hukum Adat turun temurun dengan tatatan lisan dan aturan dengan pengawasan ketat dari pengurus (orang yang ditugaskan dan biasanya dari tokoh masyarakat).

Fungsi dari sistem Parpatikan adalah mengawasi batas batas hutan,mendata para petani kemenyan yang berangkat ke hutan/ladang dengan menghitung hari kerjanya hingga menimbang dan memasarkan Kemenyan kepada Toke/pembeli.

Acara pesta Parung- Parung diawali kebaktian bersama secara agama Kristen Protestan, dilanjutkan acara Prosesi yang dipandu Kepala Desa Simardangiang Tampan Sitompul,menyajikan prosesi pemberangkatan kaum laki petani Kemenyan menuju Hutan/ladang kemenyan milik masing-masing dengan terlebih dahulu melaporkan kepada pengurus Parpatikan.

Selanjutnya,prosesi kaum perempuan/ibu membawa bekal/kebutuhan untuk kaum laki petani kemenyan di hutan/ladang dengan cara diam diam (tidak diketahui kaum laki), yang bertujuan memberikan kejutan, yang dipercaya hasil kemenyan juga turut mengejutkan.

Prosesi dilanjutkan, para petani kembali dari ladang dengan membawa hasil panen kemenyan tidak diperbolehkan pulang kerumahnya, tetapi harus melaporkan hasil panennya terlebih dahulu kepada pengurus Parpatikan dan juga menimbang kemenyan hasil panennya.

Prosesi Pesta Parung-Parung, Bupati Nikson Nababan memberangkatkan Petani Kemenyan.

Tampan Sitompul menjelaskan, hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi adanya pencurian kemenyan dari ladang yang bukan miliknya,dan apabila salah satu petani kemenyan ketahuan mengambil yang bukan miliknya akan didenda membayar 5 kali lipat kepada petani yang dirugikan, dan juga diganjar menjumpai semua rumah penduduk sekitar sambil memegang garam dan mengucapkan kata”saya mencuri Kemenyan”.
Hal tersebut dilakukan untuk menimbulkan efek jera kepada pelaku pencurian.

Dalam prosesi pemasaran kemenyan, pengurus Parpatikan mengundang beberapa Toke/pembeli dan melakukan transaksi dengan sistem menyerupai Lelang.

Untuk setiap petani yang telah menjual kemenyan miliknya akan menyisihkan 2 % dari hasil penjualannya untuk diberikan kepada pengurus Parpatikan.

Pada acara Pesta “Parung-Parung” Bupati Tapanuli Utara berkesempatan memberangkatkan para petani Kemenyan ke ladang masing-masing.

Sebagai ungkapan terima kasih atas kesediaan nya hadir dan turut berperan dalam acara Prosesi, masyarakat Simardangiang memberikan cenderamata berupa Ulos Batak dan buah-buahan hasil pertanian kepada Bupati Tapanuli Utara Drs.Nikson Nababan.M.si.

Masyarakat Desa Simardangiang memberikan Cenderamata Berupa Ulos Batak kepada Bupati Tapanuli Utara.

Malam sebelumnya, Bupati bersama rombongan telah tiba di Desa Simardangiang dan menginap di rumah warga.

Turut hadir dalam acara tersebut,sejumlah OPD,anggota DPRD Taput dari Fraksi PDI-P Jimmy Tambunan,Camat tetangga,Forkopimca dan para Kepala Desa se Kecamatan Pahae Julu

G-BOBLUIS

 

Admin Tapanuli.goosela.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *