Zona Merah,Bupati Tapanuli Utara Sikapi Maraknya Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak Dengan Tegas.

Zona Merah,Bupati Tapanuli Utara Sikapi Maraknya Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak Dengan Tegas.
SHARE
361 views

 

Taput-tapanuli.goosela.co.id

Kasus Kekerasan Seksual terhadap anak dibawah umur akhir akhir ini marak di kabupaten Tapanuli Utara.
Tahun 2022,kasus diawali Guru Cabul,pemerkosaan terhadap siswi oleh dua pelaku yang mengaku petugas Satpol PP,oknum Dosen Sodomi siswanya,siswi SMA korban persetubuhan 10 orang pelaku dan terakhir adalah Ayah perkosa Putri tirinya yang masih berusia 14 tahun hingga hamil dan melahirkan.
Kasus di atas telah menjadi sorotan Publik, bahkan Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait sampai turun langsung dan menyatakan bahwa Tapanuli Utara di Cap Zona Merah.

Menyikapi hal tersebut,Bupati Tapanuli Utara Drs. Nikson Nababan, M.Si mengeluarkan Surat Edaran Nomor 800/1960/2-8.4.2/VI/2022 tentang Pencegahan Kekerasan Seksual Terhadap Anak.
Surat edaran tersebut diedarkan ke seluruh sekolah mulai dari TK/PAUD, SD, SMP, SMA/SMK dan Kepala Desa Lurah Se-Tapanuli Utara.

Surat Edaran Bupati Tapanuli Utara.

Dalam Surat Edaran tersebut berisikan  Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak beserta sanksinya yang sangat tegas.

Selain sangsi Hukum yang mengikat dalam Surat Edaran,Bupati juga menegaskan pentingnya penyuluhan-penyuluhan bagi anak didik di sekolah sekolah dan juga seluruh Desa, Kelurahan dengan melibatkan aparat hukum, guru,orang tua dan pihak gereja maupun pemuka agama lainnya.

“Mari bergandengan tangan menuntaskan hal ini, Pentingnya Perlindungan Anak adalah menjadi tugas kita bersama, Kebebasan Media Sosial telah menimbulkan pergeseran moral bagi anak anak kita,maka pengawasan orang tua dan sekolah sangatlah penting,” ujar Bupati menegaskan.

G-BOBLUIS

Admin Tapanuli.goosela.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *