Sikapi Perkara Yayasan HKI di PN Tarutung Yang Dikuatkan PT Medan, Pengacara Tergugat Singgung Putusan tak Berdasar.

Sikapi Perkara Yayasan HKI di PN Tarutung Yang Dikuatkan PT Medan, Pengacara Tergugat Singgung Putusan tak Berdasar.
SHARE
1,056 views

 

Taput-tapanuli.goosela.co.id

Yimmer Siagian dan RobChristian Tamba dari Kantor Advokat Yimmer Siagian dan associates sebagai kuasa Hukum Tergugat mengungkapkan bahwa putusan PN Tarutung dengan nomor 96/PDT G/2020/PN TRT yang dikuatkan Pengadilan Tinggi Medan terkait perkara yayasan HKI dinilai tidak berdasar karena bertentangan dengan Undang-Undang nomor 16 Tahun 2001 dan Undang Undang No.28/2004 tentang yayasan.

Hal tersebut di ungkapkan Yimmer saat penyerahan Memori Kasasi ke PN Tarutung,Rabu 6 April 2022.

“Dalam putusan PN Tarutung, tidak ada tertera untuk menyerahkan Yayasan kepada anggota,kecuali menyebutkan agar kegiatan dihentikan dan dikembalikan kepada seluruh anggota Yayasan serta melakukan rapat luar biasa dengan anggota,dimana putusan Pengadilan tersebut secara hukum sudah salah,” ungkap Yimmer selaku kuasa hukum para pemohon kasasi.

Dikatakannya, dalam UU nomor 16/2001 yang diubah menjadi UU nomor 28/2004 tentang yayasan hanya mengakomodir istilah pengurus, pembina dan pengawas, tidak ada penggunaan istilah anggota.

“Jadi kata anggota ditujukan kepada siapa, ini yang menurut kami tidak berdasar,selengkapnya Pasal 1 Undang Undang No. 16 Tahun 2001 berbunyi: Yayasan adalah badan Hukum yang terdiri atas kekayaan yang dipisahkan dan diperuntukkan untuk mencapai tujuan tertentu di bidang Sosial, Keagamaan dan kemanusiaan yang tidak mempunyai anggota,” jelasnya.

Harapnya, kasasi yang dimohonkan pihaknya ke Mahkamah Agung RI melalui memori kasasi terhadap Putusan Pengadilan Negeri Medan nomor 597/PDT/2021/PT-MDN dan Putusan Pengadilan Negeri Tarutung No.96/Pdt.G/2020/PN.Trt mampu mewujudkan keadilan yang seadil-adilnya.

“Besar harapan kami, apa yang kami mohonkan dikabulkan seluruhnya,MA harus melihat perkara ini dengan sebenar-benarnya,” sebutnya.

Yimmer menjadi kuasa hukum yang mewakili para pemohon kasasi yang sebelumnya merupakan para pembanding dan para tergugat, masing-masing Yayasan Perguruan HKI Raja Saul Lumbantobing, Rani Hutauruk, Ny Landus Hutabarat, Jonggi Lumbantobing, Nurita Ritonga, Marhannes Jupiter Lumbantobing, Parluhutan Lumbantobing, Saut Lumbantobing, serta Lusianna Hutagalung.

Lanjut Yimmer, isu berkembang soal sengketa Yayasan HKI yang telah berakhir dan telah dimenangkan oleh jemaat, sama sekali tidak benar karena proses peradilan masih tetap berjalan.

“Dengan adanya kasasi ini, membuktikan belum adanya pihak yang menang dan yang kalah, sehingga secara Hukum operasional Yayasan Perguruan HKI Raja Saul Lumban Tobing Tarutung kota tetap dilaksanakan oleh para tergugat” Pungkasnya.

G-Tim

Admin Tapanuli.goosela.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *