Nikson Nababan,Bupati Taput Pertama Mengunjungi Dusun Longat Desa Hutabarat-Kecamatan Pahae Julu.

Nikson Nababan,Bupati Taput Pertama Mengunjungi Dusun Longat Desa Hutabarat-Kecamatan Pahae Julu.
SHARE
552 views

 

Taput-tapanuli.goosela.co.id

Bupati Tapanuli Utara Drs.Nikson Nababan bersama rombongan dari SPKD dan didampingi anggota DPRD Taput dari Fraksi PDI-P kunjungi Dusun Longat desa Hutabarat kecamatan Pahae Julu-Taput,Kamis 10 Maret 2022.
Kehadiran Bupati Taput di dusun Longat disambut meriah oleh masyarakat setempat.

“Nikson Nababan adalah Bupati Taput pertama yang bersedia mengunjungi dusun kami ini, dan dimasa kepemimpinan beliau lah masyarakat dusun Longat merasa terpedulikan, dibuktikan jalan dan listrik telah mencapai dusun Longat”ucap Hotler Hutabarat(tokoh masyarakat) diselah acara penyambutan Bupati bersama rombongan

Dikatakannya,bahwa sebelumnya akses jalan menuju dusun longat sangat parah untuk dilalui dan juga belum teraliri Listrik.

“Jangankan mobil,sepeda motor saja tidak dapat memasuki dusun ini,hasil pertanian dan perkebunan yang merupakan sumber mata pencaharian kami sangat susah untuk dipasarkan akibat akses jalan yang tidak memadai” ungkapnya.

Berulang kali masyarakat dusun longat meminta kepada pemerintah kabupaten sebelumnya agar akses jalan dan listrik dibenahi,tetapi tak kunjung kunjung.

Jalan dan aliran listrik telah dinikmati warga dusun Longat.

“Saya mewakili masyarakat dusun Longat mengucapkan terimakasih banyak kepada bapak Bupati sekaligus akan tetap mendukung program bapak Bupati kedepannya” Pungkas Hotler.

Menanggapi pernyataan tersebut, Bupati mengatakan bahwa memang demikianlah seharusnya, pemerintahan harus tanggab terhadap keperluan masyarakat,tapi tentu harus dibarengi kesepahaman antara masyarakat dengan pemerintah nya.

“Kita harus satu paham demi kemajuan dan untuk melanjutkan pembangunan di Kabupaten Tapanuli utara kedepannya”Ujar Nikson Nababan.

Penasaran dengan pernyataan Hotler Hutabarat,Media ini mencoba menanyakan kebenaran pernyataan tersebut kepada beberapa warga dusun Longat.

Jalan menuju dusun Longat

“saya lahir,besar,menikah disini, umur saya sudah 80 tahun,memang benar adanya yang dikatakan tokoh masyarakat tersebut,dulu ada sekitar 40 KK disini,tapi banyak yang sudah pindah karena tidak tahan akan kondisi seperti itu, sekarang tinggal 17 KK saja yang bertahan disini” ujar Maruba Sipahutar.
Beberapa warga lainnya yang tidak mau disebutkan namanya, juga mengatakan hal yang sama.

Bupati Tapanuli Utara dalam kunjungannya bersama rombongan berkenaan menginap dirumah warga di dusun Longat

G-BOBLUIS

Admin Tapanuli.goosela.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *