Usai Aniaya Tiga Orang dan Bakar Rumah Tetangganya,Pelaku THS Tenggak Racun Hingga Tewas

Usai Aniaya Tiga Orang dan Bakar Rumah Tetangganya,Pelaku THS Tenggak Racun Hingga Tewas
SHARE
4,116 views

 

Taput-tapanuli.goosela.co.id

Peristiwa penganiayaan dan pembakaran rumah terjadi di Desa Selamat kecamatan Purbatua kabupaten Tapanuli Utara.

Pelaku bernama Tap Hamonangan Sitompul (42) nekat menganiaya empat orang tetangganya dan membakar satu rumah korban,lalu pelaku bunuh diri dengan menenggak racun.

Mayat pelaku THS

Kapolres Tapanuli Utara AKBP.Ronald Sipayung.SH. SIK. MH melalui Kasi Humas Aiptu W. Baringbing kepada Media ini membenarkan peristiwa tersebut.

Baringbing menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi Jumat 25 Februari 2022 pukul 02.00 dinihari,ada empat orang korban yang dianiaya pelaku yaitu Kompader Hutagalung (51), EpeTambunan (69), Tardas Dante Sitompul (61) dan Hotmiang Panggabean (43).
Pelaku dan korban adalah warga Desa Selamat,dengan posisi rumah bertetangga.

“Dari hasil interogasi yang kita peroleh ditempat kejadian, pelaku THS pertama sekali mendatangi rumah Epi Tambunan dan menggedor-gedor pintunya,saat pintu dibuka,pelaku langsung membacok korban Evi dengan menggunakan Klewang hingga menyebabkan korban terluka”tutur Baringbing.

Selanjutnya, pelaku mendatangi rumah yang sebelahnya milik Tardas Dante Sitompul dan langsung mendobrak pintu rumahnya hingga terbuka dan pelaku langsung membacok korban yaitu istri Hitmiang Panggabean hingga mengakibatkan luka dibagian kepala.

Masih kurang puas, pelaku kembali mendobrak pintu rumah sebelahnya milik Kompader Hutagalung.
Saat pintu sudah terbuka, Kompader Hutagalung dan Istrinya Kristina Sitompul mencoba menahan pintu agar pelaku tidak bisa masuk,namun saat terjadi dorong-dorongan pintu pelaku sempat membacok tangan Kompader Sitompul tetapi tidak bisa memasuki rumah.

Kesal tak bisa memasuki rumah Kompader, pelaku menyiramkan bensin yang sebelumnya dipersiapkan dan menyulutnya sehingga rumah korban pun hangus terbakar .

Mengetahui rumahnya dibakar, korban KS bersama istrinya lari dari belakang lalu menjerit-jerit minta tolong.
Warga pun berdatangan berusaha memadamkan api agar tidak merembes ke rumah yang lain. sebagian warga membawa korban yang di bacok ke puskesmas untuk mendapatkan pengobatan.

Usai melakukan aksinya, pelaku melarikan diri ke depan rumahnya lalu meminum racun Insektisida merek SIDABAS 500 EC hingga mengakibatkan pelaku meninggal dunia.

“Dari hasil interogasi tim kita di lapangan,di duga kuat bahwa pelaku sudah mempersiapkan rencana penganiayaan dan pembakaran tersebut” Ucap Baringbing.

Sebagai bukti dugaan terencana adalah ditemukannya barang berupa mancis,parang,bensin dan racun hama dalam tas sandang pelaku.

Untuk ke empat korban penganiayaan, saat ini masih dalam perawatan di puskesmas Pahae Jae,sedangkan jenazah pelaku sudah di serahkan kepada keluarga nya.

“Tim inafis kita saat ini masih melakukan olah TKP di lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan selanjutnya” Tutup Baringbing.

G-BOBLUIS

Admin Tapanuli.goosela.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *